Saturday, March 14, 2015

Surat Ibnu Taymiyyah untuk Ibundanya

berbagiyangbaik.blogspot.com

' ' '...Suratnya sangat mengalir, tapi yang lebih indah adalah jawaban dari ibunya yang sangat bernilai dan berharga untuk dibaca setiap ibu maupun ayah. Berikut ini adalah suratnya...' ' '

Salah satu peran seorang Ibu yang sangat penting dan mulia adalah usaha yang terus menerus seorang Ibu dalam menanamkan nilai-nilai luhur dalam hati anak-anak mereka dan untuk memelihara karakter moral mereka. Perawatan dan pengasuhan seperti ini ternyata menghasilkan buah yang luar biasa: lahirnya seorang ulama terkemuka, pemimpin besar dan aktivis yang berani.  Dukungan seorang ibu pada saat kesusahan dan dalam menghadapi tantangan hidup memiliki dampak yang sangat besar bagi seorang anak.

Seorang ibu yang sangat cemerlang sebagai contoh di sini adalah Ibunda dari Ahmad yang kelak dikenal sebagai Ibnu Taimiyyah, salah satu ulama terbesar pada zamannya dan seorang pejuang yang berani membela Islam. Dia memiliki hati yang berani bahwa ia tidak akan ragu untuk membela keadilan dan kebenaran dalam menghadapi penguasa pada waktu itu bahkan jika itu harus dia bayar dengan tinggal lama di penjara.

Berikut ini adalah surat yang dikirim Ibnu Taimiyyah ke ibunya, meminta maaf karena ia tinggal jauh dari ibunya, di Mesir, untuk mengajar dan mendidik orang-orang yang ia anggap sebagai kewajiban tak terhindarkan. Suratnya sangat mengalir, tapi yang lebih indah adalah jawaban dari ibunya yang sangat bernilai dan berharga untuk dibaca setiap ibu maupun ayah. Berikut ini adalah suratnya.


Surat Ibnu Taimiyyah untuk ibu-Nya
( Ini adalah surat Ibnu Taimiyyah kepada ibu beliau di Damaskus )

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dari Ahmad bin Taimiyah untuk Ibunda tersayang. Semoga Allah memberkati Ibu dengan berlimpah, dan memberikan kedamaian dan kenyamanan, dan menjadikan Ibu di antara yang terbaik dari hamba-Nya,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah, Zat yang paling berhak untuk dipuji.Tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Dia, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi terakhir dan imam dari orang-orang shalih, Muhammad saw, hamba dan utusan-Nya.

Sungguh karunia Allah telah datang dengan melimpah, pertolongannya pun tiada pernah berakhir. AnAnanda pun bertahmid memuji-Nya, meminta-Nya untuk menambah kemurahan-Nya. Kemurahan Allah tidak akan berpaling darimu wahai Ibuku yang berbahagia.

Sungguh Bunda,
keberadaan Ananda di Mesir adalah adalah karena perkara yang penting, bila tugas (dakwah) ini ditinggalkan, maka akan timbul penyimpangan dan kerusakan bagi agama dan dunia kita.
Bunda…
Berada jauh dari Bunda bukanlah jalan yang ingin Ananda pilih. Jikalau burung dapat membawaku terbang, Ananda pasti akan datang kepadamu. Namun Bunda, ketidakhadiran Ananda di sisi Bunda ada sebabnya. Dan bila Bunda melihat keadaan kaum Muslimin, Bunda pun pasti akan memilihkan bagi Ananda tempat yang sama sebagaimana Ananda berada sekarang.

Sungguh Bunda, Ananda selalu berdoa kepada Allah untuk menunjuki kita kepada pilihan yang tepat, dan Ananda selalu berdoa bagi kebaikan Bunda. Ananda juga memohon kepada Allah untuk memberkahi kita dan seluruh kaum muslimin, dengan rahmat yang meliputi keselamatan dan kemanfaatan.

Allah telah bukakan bagi Ananda gerbang keberkahan, ampunan, rahmat dan bimbingan dengan cara yang tidak pernah Ananda pahami sebelumnya. Dalam keadaan selalu ingin pulang ke pangkuanmu wahai Ibunda, Ananda pun beristikharah. Ananda tidak bisa membayangkan jika Allah tetapkan pilihan bagi diri Ananda untuk menyukai perkara duniawi atau hanya merasa cukup dengan amalan ibadah yang lebih sedikit agar bisa dekat dengan dirimu, Bunda.
Di sini, di Mesir masih banyak perkara yang tidak bisa Ananda tinggalkan, karena takut akan bahayanya, secara umum maupun secara pribadi, dan sungguh saksi-saksi itu melihat apa yang tidak dilihat oleh orang yang hadir.

Ananda ingin Bunda banyak berdoa kepada Allah. Mintalah agar Dia memberikan hidayah kepada kita dan memilihkan jalan yang terbaik bagi kita. Karena Allahlah Yang Maha Mengetahui, sedangkan kita tidak. Dialah yang mampu, adapun diri kita adalah lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Merupakan sebuah kebahagian bahwa anak Adam melakukan istikharah dan senang dengan apa yang Allah takdirkan bagi dirinya. Dan merupakan kesesengsaraan jika seorang anak Adam meninggalkan istikharah dan berkeluh kesah dengan takdir Allah.”

Sungguh, seorang pedagang dalam perjalanannya mungkin takut kehilangan uang, oleh karena itu dia menetap di sebuah tempat agar dia bisa berjalan lagi. Permasalahan yang sedang kami hadapi di sini begitu besar untuk dijabarkan, akan tetapi tiada daya dan upaya melainkan hanya melalui Allah.

Dan akhirnya, tolong sampaikan salam Ananda untuk semua keluarga, tua dan muda, para tetangga, sahabat-sahabat, serta karib kerabat kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Walhamdulillah, washalatu wassalamu ‘ala Muhammad,wa ‘ala ahlihi wa ashhabihi.

Surat Balasan Ibunda Ibnu Taimiyyah :
Jangan berpikir, Wahai anakku, bahwa kedekatan Ananda denganku lebih aku cintai daripada kedekatan Ananda dengan agama Allah atau tugas mulia Ananda untuk Islam dan umat Islam.

Anakku tersayang, Ahmad bin Taimiyyah...
Allah telah mengangkat derajat Ananda, dan memilih Anda untuk mengajarkan Islam dan mendedikasikan diri Ananda untuk kaum Muslim.

Sebaliknya, Wahai anakku, kebahagiaan terbesarku atasmu adalah karena tugas Ananda untuk agama Allah dan umat Islam pada umumnya.
Dan Wahai anakku, aku tidak akan bertanya kelak di hadapan Allah tentang jarak dan keterpisahanku denganmu, Anakku...  Karena saya tahu di mana dan untuk apa Ananda berada.
Namun wahai Ahmad!
Saya akan meminta Ananda dan membawa Ananda ke hisabku di hadapan Allah karena kedekatan Ananda dengan agama Allah dan jasa para pengikut-Nya di antara saudara-saudara Muslim Ananda.

Semoga Allah selalu menerangi jalan yang Ananda tempuh dengan banyak kebaikan dan semoga Allah selalu memimpin langkah Ananda pada jalan yang lurus dan semoga Allah menyatukan saya dan Ananda di bawah Lindunag Allah yang Maha Penyayang pada Hari di mana tidak ada naungan kecuali dari-Nya.

Was-salamu `Alaykum Warahmatallahi wa barakatuh.
Diterjemahkan dari :
onislam.net/english/shariah/refine-your-heart/personal-experience/483707-ibn-taimiyah-mother-letter-scholar-muslim-woman.html dan m.facebook.com/notes/mutamamul-ula/dari-ibnu-taimiyyah-untuk-sang-bunda/460187063991876/?__tn__=C

Posted by Atoillah Ade | Berbagi Kebaikan

Terima Kasih telah membaca artikel Surat Ibnu Taymiyyah untuk Ibundanya, Posting oleh Atoillah Ade, Saturday, March 14, 2015. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

0 komentar:

Post a Comment