Tuesday, February 17, 2015

Albert Einstein, Si Genius yang Rendah Hati !

berbagiyangbaik.blogspot.com

...Einstein selalu berbicara tentang keterbatasannya sementara orang selalu berbicara tentang bakat dan prestasinya. Dia menjelaskan apa yang dia kuasai. Nasibnya menjadi salah satu orang paling terkenal di Bumi, namun ia tetap seorang manusia sederhana dan rendah hati, melihat dirinya sebagai tidak ada yang istimewa !

Albert Einstein, Bapak Fisika Modern penemu Teori Relativitas. Dia tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai sebagai seorang pemuda. Dia memiliki masalah perkawinan dan masalah dengan anak-anaknya.

Nasionalis Jerman mengejar-ngear dia sampai ia harus melarikan diri ke Amerika. Sebelum kematiannya, ia dituduh oleh intelijen Amerika bersimpati kepada komunis, karena beberapa komentar kritisnya tentang kapitalisme. Dia mengatakan: "Saya dianggap sebagai pembangkang dan penghasut di Amerika ini karena saya tidak bisa diam dan tidak bisa bersabar dengan semua yang terjadi di negara ini."

Meskipun Einstein seorang Yahudi dan Zionis, ia mampu mengubah pandangannya dan menolak ketika ditawari untuk menjadi presiden Israel. Ia mengatakan :" Saya tahu sedikit tentang ilmu pengetahuan, tapi saya tidak tahu apa-apa tentang manusia/orang "

Berbicara di Komite Penyelidikan Anglo-Amerika, ia menyatakan ketidakpuasannya dengan negara Yahudi, dengan mengatakan: "Ide tentang sebuah Negara Yahudi tidak sesuai dengan nurani saya. Saya tidak mengerti mengapa hal itu diperlukan. Saya pikir ini sangat buruk. Saya akan selalu menentangnya ".

Ada sebuah cerita tentang bagaimana Einstein bepergian dengan sopir yang mengantarkannya ke kampus untuk mengajar.

Einstein selalu berbicara tentang keterbatasannya sementara orang selalu berbicara tentang bakat dan prestasinya. Dia menjelaskan apa yang dia kuasai. Nasibnya menjadi salah satu orang paling terkenal di Bumi, namun ia tetap seorang manusia sederhana dan rendah hati, melihat dirinya sebagai tidak ada yang istimewa.

Dia sering berkata:
"Ketika saya masih muda, semua yang saya inginkan dan saya harapkan dari kehidupan ini adalah untuk duduk diam bekerja tanpa masyarakat memperhatikan saya. Dan sekarang, coba lihat apa yang terjadi padaku."

Di sebuah perjalanan, sopirnya mengatakan:
"Dr. Einstein, saya telah menyaksikan Anda memberikan kuliah/ceramah sekitar 30 kali. Saya yakin dan saya berani bertaruh bahwa saya bisa memberikan kuliah seperti yang Anda lakukan."

"Yah, aku akan memberimu kesempatan", Kata Einstein dengan senang hati.

"Nanti di Universitas berikutnya, mereka tidak mengenal saya dengan baik. Kalau kita sampai di sana, aku akan memakai topi Anda seperti seorang sopir, dan Anda memperkenalkan diri sebagai Dr. Einstein dan memberikan kuliah seperti saya," Ujar Einstein. Sang Sopir setuju !

Lalu sang sopir menyampaikan kuliah Einstein dengan sempurna tanpa kesalahan. Ketika ia selesai, salah satu profesor menghentikannya dan mengajukan pertanyaan yang kompleks penuh dengan persamaan matematika dan rumus. Sopir itu lalu berpikir cepat.

"Jawaban untuk pertanyaan Anda sangat sederhana," katanya, "saya terkejut Anda mengajukan pertanyaan semudah itu kepada saya. Bahkan, untuk menunjukkan betapa mudahnya, saya akan meminta sopir saya untuk datang ke sini dan menjawab pertanyaan Anda," Jawab Sang Sopir Einstein.

Einstein bangkit dari tempat duduknya di belakang ruang kuliah dan membuat kagum para peserta kuliah karena dengan mudah dapata menjawab pertanyaan itu.

Tidak ada keraguan bahwa Einstein memberikan kontribusi besar untuk ilmu pengetahuan. Namun, ia tidak mementingkan diri sendiri. Dia tidak pernah mempedulikan pujian orang akan prestasinya. Einstein selalu rendah hati.

Kita harus bisa mengambil peklajaran dari siapa pun. Orang yang beriman harus selalu rendah hati, menyadari kebesaran Allah setiap saat, tidak peduli seberapa besar bakat yang kita miliki dan terlepas dari keberhasilan duniawi kita capai.

Ibnu Atoillah 'as-Sakandari, Sang Pengarang 'Al Hikmah' mengatakan: "Jika Anda diberi ketenaran di awal kehidupan, Anda jarang berhasil di kemudian hari."
Demikian juga Nabi Muhammad, sosok yang sangat rendah hati yang dengan senang hati memperbaiki pakaiannya sendiri, memperbaiki sandalnya sendiri, dan suka bekerja bersama para sahabatnya. Dia uga senang membantu dan meringankan keluarganya dengan pekerjaan rumah tangga. Ketika adzan terdengar, ia akan berangkat ke masjid seperti orang kebanyakan lainnya. Tidak ada sedikit pun kesombongan.
Ketenaran membuat kita fokus sepenuhnya pada diri kita sendiri sehingga kita mengukur nilai orang lain dengan apa yang bisa mereka lakukan untuk kita.
Diterjemahkan sebagian dari: en.islamtoday.net/artshow-242-4955.htm 
Penulis : Shekh Salman al-Oadah

Posted by Unknown | Berbagi Kebaikan

Terima Kasih telah membaca artikel Albert Einstein, Si Genius yang Rendah Hati !, Posting oleh Unknown, Tuesday, February 17, 2015. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

0 komentar:

Post a Comment